Ada Hikmah di Tengah Musibah

Ada Hikmah di Tengah Musibah
 
Akhir-akhir ini bangsa Indonesia sedang mengalami musibah yang bertubi-tubi, dimulai semenjak Gempa Bumi di Lombok dan yang terakhir gempa Bumi Palu dan Donggala. Banyak korban yang meninggal dunia sampai ribuan orang, kehilangan tempat tinggal, kekurangan bahan makanan bahkan sampai satu desa bagaikan hilang ditelan bumi karena fenomena luquifaksi, tidak hanya itu dari berbagai surat kabar elektronik di daerah lain juga mengalami fenomena Gempa bumi seperti Aceh dan lain-lain. Sepantasnya fenomena yang terjadi di Indonesia dapat menjadikan pelajaran agar lebih siap tanggap dalam bencana, tanpa terkecuali di daerah saya yakni Kudus Jawa Tengah.
.
Pelajaran yang dapat diambil dari musibah yang terjadi membuat semakin besar kuasa Allah atas segala sesuatu yang terjadi dan membuat diri kita semakin dekat dengan Allah dan selalu menginggat kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat sehingga musibah itu terjadi. Bisa jadi musibah yang dialami adalah Allah merasa rindu dengan diri kita, untuk bermunajat kepada-Nya dalam setiap sholat dan ibadah hanya untuk Allah, lantas betapa terlenanya kita dengan kesenangan duniawi, mengejar materi dan jabatan. Bukankah amanah itu hanya sementara dan suatu saat diambil kepada pemiliknya. Maka Allah menginggatkan kita agar kembali kepada-Nya senantiasa beriman dan bekerja sesuai dengan tuntunan-Nya.
.
Ketika sakit, bisnis senantiasa bangkrut, keluarga yang tidak harmonis, kerabat yang berkhianat, renacana yang semula diprediksi berhasil tapi gagal ditengah jalan itu juga adalah Allah inggin hambanya kembali kejalan yang benar. Bisa jadi dosa-dosa yang kita perbuat berdampak  terhalangnya pada Rahmat-Nya yang sangat besar. Suatu kemajuan apabila kita ditimpa musibah semakin rajin beribadahnya mulai dari yang wajib sampai yang sunnah dikerjakanya, sedangkan suatu kemunduran apabila seseorang tidak ditimpa musibah karirnya berhasil tapi lalai dalam ibadahnya sering berbuat maksiat dan dosa besar yang sering disebut dengan istijroj .
.
Maka sebab itu, saya mengajak sobat semua selalu senantiasa minta ampun kepada Allah, sering-sering berisghfar dari dosa-dosa yang dilakukan, berprasangka baik terhadap apa yang terjadi sesuai dengan ketetapan-Nya. Tidak ada daun yang jatuh  ketanah kecuali kehendak Allah, memberikan rahmat dan hidayah sesuai yang di kehendaki Allah dan memberkan azab dan laknat sesuai yang dikehendaki-Nya. Nabi Yunus mengajarkan doa ketika ditelan oleh ikan paus “lailaha illa anta subhanaka inni kuntu minatdzalimin” Artinya Tiada Tuhan selain Engkau, bahwa sesungguhnya saya adalah orang yang dzalim. Sikap pasrah dan tawakal serta pengakuan diri terhadap kesalahan dosa membuat Nabi Yunus di tolong oleh Allah dari ikan Paus. Yakinlah disetiap musibah terdapat Hikmah bagi orang yang beriman.

Komentar